Natab Otonan

Natab Otonan merupakan tradisi upacara kelahiran seorang anak Hindu Bali yang dirayakan setiap 210 hari (6 bulan) berdasar Kalender Hindu Bali (Pawukon). Tujuannya adalah memohon keselamatan dan ucap syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa serta leluhur.


Kapertama, mapiuning dumun ring Bhatara hyang Guru, hyang kompyang, ngunggahang Banten sakesidan, yening mersidayang banten pejati sebagai simbolis upesaksi, tur ngunggahang toye anyar, nunas wangsuhpada Ida, wawu lantur ngemargiang pulah palih me-otonan. 

Natab Oton


Bagaimanakah tata cara yang benar saat 'ngotonin'? 

Pertanyaan seperti ini sering sekali muncul dari orang tua terutama ibu-ibu muda yang akan Otonan anaknya. Seperti, apa sajakah bantennya, dan bagaimanakah langkah-langkah membuatnya, dan siapa sajakah yang boleh "Otonan"?.


Bahan-bahan Persiapan Banten Otonan

Penggunaan Banten sebenarnya fleksibel, namun beberapa masyarakat menggunakan banten seperti tumpeng telu dan tumpeng lima. Pada banten tumpeng lima berisi banten: Pengambean Dapetan Peras Pejati Sesayut Segehan Sarana- sarana lain seperti, Bija, Dupa, Toya Anyar, Tirta Pelukatan, dan Tirta Hyang Guru.


Tahapan-tahapan Sebelum memulai, sang ibu wajib ngayab (menghaturkan) banten kehadapan Sang Hyang Atma.


Sebagai pertanda bahwa inilah hari dimana beliau manumadi (menjelma). Dilanjutkan menghaturkan Segehan ring sor ( bawah) bale atau tempat anaknya meʼotonan'. Memohon kepada Sang Hyang Butha Kala agar prosesi berjalan lancar, terbebas dari mara bahaya. Selanjutnya ritual otonan dapat dimulai.


Pertama-tama adalah mesapuh-sapuh, yaitu mengusap telapak kanan anak dengan Buu, dimulai dari tangan kanan kemudian tangan kiri, diiringi dengan sesontengan,

"Cening-cening ne jani mesapuh-sapuh, apang ilang dakin liman ceninge, apang kedas cening ngisiang urip'

buu
Contoh: Buu

Dilanjutkan mengusap dengan toya anyar. Mesapuh-sapuh bertujuan untuk menghilangkan mala atau leteh pada badan kasar yang bersangkutan. Dilanjutkan dengan masegau atau matepung tawar, yaitu mengusap kedua tangan yang bersangkutan dengan don dapdap.


"Cening-cening ne jani masegau, suba leh liman ceninge melah-melah ngembel rahayu'


Selanjutnya yang bersangkutan diberi tirta pemlukatan. Maknanya adalah, menyucikan, menetralisir kembali Sang Hyang Atma. Agar jiwa yang bersangkutan senantiasa suci, melah (baik), ngemel (dalam genggaman) dan rahayu (keselamatan).



Dilanjutkan dengan Matetebus. Ambil dua helai benang, pertama diletakan di atas kepala sisanya dililit dipergelangan tangan kanan yang bersangkutan, diiringi sesontengan.

"Cening-cening ne magelang benang, apang ma uwat kawat ma balung besi".


Setelah itu yang bersangkutan diberi tirta Hyang Guru. Ini memiliki makna agar yang bersangkutan memperoleh kesehatan dan keselamatan lahir batin, selalu diberi perlindungan oleh sang pencipta.


Yang terakhir adalah Ngayab Sesayut diputar 3 kali searah jarum jam diiringi sesontengan,

"Nah jani cening ngilehang sampan, ngilehang perahu, batu mokocok, tungked bungbungan, teked dipasisi napetang perahu bencah".



Banten pengenteg bayu tersebut bermakna untuk memohonkan agar yang bersangkutan tetap pendirian serta berkepribadian stabil (tidak labil) didalam menjalani kehidupannya.


Tujuan yang dapat diperoleh dari meotonan antara lain, diawali Masesapuh, yakni pembersihan badan kasar dari segala leteh atau mala.


Kemudian Matepung tawar/Masegau, sebagai sarana untuk menyucikan kembali jiwa atau Sang Hyang Atma, lalu menghubungkan serta menguatkan kembali badan kasar dengan Sang Hyang Atma melalui benang tebus, dan diakhiri dengan men-stabil-kan pikiran (Ngayab sesayut pengenteg bayu.


Tempat Pelaksanaan Natab Oton

Secara umum, dalam tradisi Hindu dibali diperbolehkan melaksanakan natab otonan (atau perayaan otonan) di depan Padma (Padmasana) atau tempat suci (Sanggah/Merajan).  


Tujuan Otonan adalah bagian dari Manusa Yadnya (upacara manusia) yang bertujuan memohon keselamatan dan penyucian diri ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. 


Pelaksanaan di depan tempat suci seperti Padma/Merajan dianggap sangat baik karena Padma adalah stana Tuhan (Siwa Raditya).


Info Lainnya:

#Mantra Suci Umat Hindu

#Banten Peras

Belum ada Komentar untuk "Natab Otonan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel